This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 10 Februari 2014

Topeng Hambalang

 


Satire
-
Mencari gundukan topeng
Diatas tanah yang menggeleng
Berharap ada berlian diatas genteng
Hanya menemui asa melenceng
-
Kasus didalam usus
Mencerai berai rantai kebenaran
Berusaha menyelami seni memutus
Disaat busa memberikan saran
-
Hambalang itu nama proyek dan tempat
Pernahkah kita mendengar kata sempat
Sempat korupsi
Sempat kolusi
sempat berkata basi
-
Topeng bukan alat penutup
Disaat genangan cacian  meletup
Merantai fitnah dengan santai
Mengumbar lalat di keindahan pantai
-
Jeruji besi sudang sering menanti
Iblis dalam kandungan bumi
Mengharap para pemburu mati
Tenggelam dalam regulasi sunyi
-
Telur itu menggenang di alam jagat raya
Tepat diatas pemilik kacamata saat setelah ditanya para pemburu
Menuai memanen kontra
-
Monas sudah menolak pandangan
Ternyata bukan satu sen
Namun ribuan sen
-
Topeng tidak dijual
Tetapi diciptakan oleh para tikus
Berlari terpontang panting sibuk membual
Sibuk mencari alasan sebagai bungkus
-
Satu sen bukan untuk digantung
Bukan juga untuk disanjung
Mencari bara dalam genangan air dalam putung
Biarkan kau segera digantung
-
Oh topeng…
Janganlah kau mau diperalat
Oleh buaian ribuan banteng
Berusaha mencari butiran kesalahan
Saat Hambalang mulai diproses

Mengapa Negaraku Melarang Beribadah

http://salmanitb.com/wp-content/uploads/2013/11/seorang-perempuan-membaca-kitab-suci-alquran-usai-melaksanakan-ibadah-_120723160430-160-640x360.jpg 



(Ilustrasi gambar diambil dari www.republika.co.id).
-
Satire
-
Salahkah jika manusia menghadap Tuhan
Meraih puncak kemuliaan
Agar tidak disebut makhluk murahan
Dengan meninggalkan semua kesalahan
-
Aku percaya padamu
Namun pelacur atas nama agama melarang saudaraku
Terbang menyebarkan serbuk menambah malu
Mereka merubah bisa mematikan menjadi madu
-
Kemurnian saudaraku menghadap Sang Pencipta
Dirusak oleh sorban tak paham tentang agama
Jika ditanya apa penyebabnya, dia hanya malu merah merona
Badan tak berguna selalu menjadi buaya
-
Marah tak terkendalikan layaknya babi yang mengamuk
Mereka bilang tuhan cinta damai
Rumah Pengendali Alam tidak pernah batuk
Melindungi umat kesepian dalam gempita ramai
-
Rumah sang Pencipta dirantai
Memaksa saudara kami berada diluar
Merintih diatas duri kesedihan abadi
Semoga Sang Pemberi Peringatan segera membayar
Orang yang merusak nilai agama dan telah menciderai
-
Batu nisan sudah lama bunting
Dalam rayuan pembangkang sinting
Suasana terus menerus genting
Mayoritas dianggap penting
-
Tuhan menyuruh beribadah, manusia melarangnya
Perasaan saudara selalu diselimuti rasa merana
Sedih mendengarkan teriakan pena
Tidak dianggap oleh pemimpin fana
-
Negaraku dikenal pemilik pancasila
Tetapi sudah sering tidak dilaksanakan
Karena bukan untuk menyelesaikan semua bala
Melainkan kelu dengan nada tangga pintaan
-
Rumah Tuhan dibakar
Saudara kami dilarang beribadah
Pemimpin tidak menyelesaikan namun seperti saudagar
Tidak pernah mau mengalah
Mencari untung pecahan tembikar
-
Siapa yang seharusnya disalahkan
Negaraku atau agama cetakan
Pedoman hidup sudah mulai dilupakan
Ingatlah para pemakai sorban
Pemberi Rahmat dan Ridho mengajarkan
 لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِين

Minggu, 09 Februari 2014

Demi Konvensi Bayangan



Satire
-
Sesosok intelektual mulai terpana
Pada sebuah konvensi orang kaya
Meninggalkan kepastian demi jabatan maya
Menggoda membujuk partai penguasa
-
Fumigan mulai ditugasi
Bantahan berlagak frekuensi
Menjadi orang terpandang bak hipui
Walaupun penguasa belum tentu dihormati
-
Para itik mulai bertanya bingung
Orang nomor satu perdagangan tersinggung
Berjalan mundur ke bawah panggung
Semoga saja calon RI 1 tidak tersandung
-
Bulir padi menengadah mengharap ilham
Sedangkan petani bermain saham
Mengotak-atik membalik paham
Biar guncangan insinuasi mulai padam
-
Bintang kuning didepan warna murka
Merajai suapan para jalama
Para pebisnis sudah sering bermain mata
Payung tak mampu menggempur bata